Pena di Atas Kertas

Ilustrasi: http://vi.sualize.us/

Sebilah pena khusus menari di atas kertas HVS. Setiap lekukan pena meninggalkan bekas hitam berbentuk tulisan tegak bersambung. Menulis format surat permohonan, itulah yang di lakukan Helmi semalaman suntuk.

Memang tidak setiap hari Ia melakukan itu, hanya saat di perlukan saja. Sepele memang, hanya menulis di atas kertas, tapi tidak banyak yang bisa melakukannya karena harus memiliki keahlian khusus.
Setelah puluhan kertas HVS terselesaikan, tangan Helmi mulai letih menuliskan format surat permohonan. Format yang Ia buat tadi untuk di jual keesokan harinya. Saat calon pegawai sedang melamar, banyak yang memakai jasa penulis surat permohonan.

Meski sedang di landa kesulitan mencari pekerjaan, tidak membuat masyarakat kehabisan akal. Jasa penulisan surat permohonan salah satu buktinya. Memang tidak banyak yang menggeluti bidang ini, tapi tetap saja usaha ini menguntungkan.

Di butuhkan kemampuan khusus bila ingin terjun dalam usaha ini, karena surat permohonan harus di tulis dengan tulisan tegak bersambung serta rapi.

Sejak di buka pendaftaran calon tenaga kontrak di kantor Badan kepegawaian pendidikan dan pelatihan (BKPP) Banda Aceh, penggelut jasa penulisan surat permohonan mulai membuka lapak. Termasuk Helmi.

Helmi sudah menjual jasanya sejak hari pertama di buka pendaftaran, pada Senin 16 Februari 2015. Ia hanya seorang diri alias tidak ada pesaing pada hari itu. Namun, pada hari kedua, Selasa 17 Februari 2105 sudah ada sekitar enam penjual jasa serupa.

Mahasiswa Fakultas Pertanian di Universitas Syiah Kuala ini mengaku sudah empat tahun sejak 2011 lalu menggeluti jasa penulisan tersebut. Ia bakal menjual jasanya hingga hari terakhir pendaftaran calon tenaga kontrak, 23 Februari 2105 nanti. Untuk satu surat, Ia memasang tarif Rp 20 ribu.

“Saya dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB di sini. Cuma kalau lagi rame mungkin sampai pukul 17.00 WIB. Kemarin ada tujuh orang yang minta buat surat,” kata Helmi.

Kata Helmi, tulisan yang di jual mempunyai nilai seni, makanya ada yang suruh di buatkan surat. Lanjutnya, usaha tersebut hanya untuk menambah penghasilan guna memenuhi kebutuhan hidup dan kuliah.

Pria kelahiran Saree, Aceh Besar ini mulai menjual jasanya berawal dari penilaian temannya, mulai saat itu Ia mulai mencoba untuk menjual jasanya.

“Rupanya prospek juga, pernah saya dapat sampai Rp 6 juta waktu pembukaan PNS di Pidie dan Aceh Besar. Pernah juga dalam satu hari dapat hingga Rp 800 ribu, tapi malamnya saya langsung demam,” ujarnya seraya tertawa.

Setiap ada orang yang ingin memakai jasanya, tak perlu menunggu lama karena tinggal mengisi biodata saja. Format yang Ia buat semalam rupanya untuk mempersingkat proses pembuatan surat permohonan.

Usaha ini tergolong unik karena tidak memerlukan modal banyak, hanya butuh satu pena khusus dan kertas HVS saja. Saat di tanya akankah usaha menulis surat permohonan mati, Helmi menjawab bisa saja.


Namun, selama masih ada perusahaan yang mensyaratkan biodata harus di tulis tangan. Usaha ini tidak mati. Usaha penulisan surat permohonan hanya satu dari sekian banyak usaha kreatif di dunia ini.

Abd Hadi

Post a Comment

Instagram