Bermain Bola Pakai Daster

Foto: Abdul Hadi Firsawan
Teks: Sumberpost.com

Petang turun di Gampong Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Sabtu (20/8/2016). Ba’da salat asar, warga Meuraxa ramai-ramai datang ke belakang Gedung TDMRC. Dua gawang futsal dan sound system ditaruh di tanah lapang belakang gedung itu.

Tak lama, seseorang menggunakan mikrofon memerintah dua kubu untuk bersiap-siap masuk lapangan bola. Sebentar lagi, pertandingan bola warga gampong Ulee Lheue dimulai. Saat pemain sedang bersiap, penonton yang hadir ramai bersorak.

Pemain dari kedua kubu kini masuk ke lapangan. Mereka memakai daster dan jilbab, tanpa mengenakan sepatu. Penonton kembali ramai bersorak menertawakan belasan pria dewasa yang berpakaian perempuan itu.

Sebelum permainan dimulai, kedua tim foto bersama. Ibu-ibu pun tak lupa mengabadikan momen itu menggunakan smartphone mereka. Dalam satu tim, terdapat enam pemain yang semuanya bapak-bapak. Mereka tidak canggung mengenakan daster dan jilbab, bahkan ikut tertawa.

“Priiiitt.” Bunyi peluit wasit tanda pertandingan dimulai.

Seorang pemain mengoper ke teman disebelahnya yang langsung di tendang keras ke arah gawang. Pemain lawan berhasil menghalang tendangan itu. Walau mereka memakai daster dan jilbab, pemain ini tetaplah lelaki. Tendangan mereka yang keras terkadang mengena penonton atau jatuh kedalam air dipinggir lapangan.

Penonton yang menyaksikan dari sisi lapangan sesekali menghindar saat bola ke arah mereka. Dalam pertandingan, semua pemain terlihat serius. Jarang terlihat pemain tertawa karena pakaian mereka aneh. Kecuali penonton, yang terpingkal-pingkal melihat bapak-bapak main bola pakai daster.

Kaum perempuan terlihat antusias menyaksikan sepak bola ini. Bahkan, saat pergantian pemain, ketika ada pemain yang tidak bisa memakai jilbab sendiri, ibu-ibu akan datang memakaikan jilbab pemain itu, agar bisa segera masuk lapangan dan bermain.




Abdul Hadi Firsawan

Post a Comment

Instagram